loading...

Trending Topik: Apakah Benar Tidur Dapat Membatalkan Wudhu ?

 

Apakah benar tidur dapat membatalkan wudhu ?

Pertanyaan ini menjadi trending topik kita hari ini, karena menyangkut kesucian diri kita saat melakukan ibadah yang di wajibkan bersuci dari hadast besar atau pun kecil sebelum melakukan ibadahnya, baik sholat wajib 5 waktu, membaca al-qur'an, atau ibadah-ibadah yang di wajibkan untuk bersuci lainnya. pada dasarnya kita di perintahkan untuk selalu dalam keadaan suci dalam hal apapun, karena saat kita dalam keadaan suci, selain fikiran kita menjadi positif, hati pun menjadi tenang, itu semua karena efek dari kesucian yang kita lakukan menjadi perubah mindset pemikiran kita.

nah, apa tanggapan anda mengenai pertanyaan ini.!
Apakah Benar Tidur Dapat Membatalkan Wudhu

Apakah benar tidur dapat membatalkan wudlu ?

Jawaban dari saya sendiri adalah: Tidur membatalkan Wudhu, tentunya dengan alasan-alasan yang bisa di terima akal dan fikiran manusia.
Alasannya adalah: 
Saat tidur kita tidak memiliki kesadaran yang sempurna, kita tidak tau apa yang terjadi saat kita tidur. didalam tidur sendiri memiliki beberapa versi, misal kita tertidur saat mendengarkan ceramah di masjid, nah hal ini sering terjadi di kalangan masyarakat, terutama kaum pria yang melakuakn sholat jum'at. pasti anda juga pernah mengalaminya kan?? :)
Menurut saya, tertidur dengan posisi duduk saat mendengarkan ceramah di masjid itu tidak membatalkan wudhu, karena saat mata terpejam dengan posisi tertidur dengan duduk, lubang dubur tidak mudah terbuka, dengan kata lain hal-hal yang membatalkan wudhu sulit terjadi, seperti keluarnya angin dari dubur kita, [kentut]. namun hal ini tidak menuntut kemungkinan orang yang tertidur dengan posisi terduduk tidak mengalami hal tersebut, hal ini kita kembalikan ke keyakinan kita masing-masing, jika kita kurang yakin dengan kesucian kita, karena tertidur, di saran kan untuk bersucu terlebih dahulu sebelum melakukan ibadah [sholat].
Berbeda dengan tidur yang benar-benar di niatkan untuk tidur, misal kita melakuakn bersuci / wudhu untuk sholat pada waktu maghrib, namun kita ingin melakukan sholat isya' dengan berniat tidak ingin membatalkan wudhu kita, namun kita tertidur dengan posisi berbaring, dan hal tersebut bisa di katakan tidur yang membatalakan wudhu. Kenapa? karena saat kita tertidur tidak memiliki kesadaran yang sempurna, bahkan kita tidak sadar sama sekali, dan kita tidak tau apa yang terjadi saat kita tertidur, dan hal itu di wajibkan untuk bersuci / wudhu sebelum melakukan sholat kembali.

Menurut versi Jawaban lain yang dapat saya kutip dati beberapa jawaban adalah:
Apakah benar tidur dapat membatalkan wudlu ?
Jawabannya:

assalamu'alaikum,... 

Menurut Imam Abu Hanifah, tidur yang membatalkan adalah tidur dengan posisi tidur pada umumnya, tergeletak, miring dan tengkurap, sementara tidur yang tidak membatalkan adalah tidur dengan salah satu posisi dalam shalat seperti ruku’, sujud dan lainya. 

Menurut Imam Malik dan Ahmad, tidur yang membatalkan adalah tidur yang berat atau lama, sementara yang tidak adalah yang ringan atau sebentar. 

Menurut Imam asy-Syafi’i, tidur yang tidak membatalkan adalah tidur dengan posisi duduk mantap di tanah, selainnya membatalkan. 

Pendapat pertama berdalil kepada hadits Ibnu Abbas bahwa Nabi saw bersabda, “Wudhu wajib atas orang yang tidur dengan posisi tidur, karena dengan posisi itu persendiannya mengendur.” (HR. Abu Dawud dan dia berkata, “Hadits mungkar.” Hadits ini didhaifkan oleh Imam al-Bukhari dan Ahmad). 

Pendapat kedua berdalil kepada hadits Anas bin Malik berkata, “Para sahabat Rasulullah saw menunggu Isya`, mereka tidur kemudian shalat tanpa berwudhu.” (HR. Muslim). 

Dalam riwayat Abu Dawud, “Para sahabat Rasulullah saw pada masa beliau menunggu Isya` sehingga kepala mereka tertunduk kemudian mereka shalat dan tidak berwudhu.” 

Pendapat kedua ini berkata, tidur para sahabat tersebut adalah tidur yang sedikit, atau tidur ringan, tidak berat. 

Pendapat ketiga berdalil kepada dalil pendapat kedua, kata pendapat ketiga, tidur mereka adalah tidur dengan duduk yang mantap. 

Pendapat pertama lemah karena hadits yang mendukungnya dhaif, sementara pendapat kedua mengundang pertanyaan, dari mana orang yang tidur dengan duduk mengetahui kalau duduknya mantap sementara dia sendiri tidur? Sebab sudah dimaklumi bahwa orang yang tidur tidak mengetahui dirinya, jadi yang rajih adalah pendapat kedua karena pada dasarnya tidur bukan merupakan hadats, ia hanya keadaan di mana hadats mungkin terjadi sementara pelakunya tidak mengetahui karena dia tidur, dari sisi ini maka jika tidurnya ringan, di mana kalau ada sesuatu yang keluar dari dirinya dia mengetahui, maka wudhunya batal, dan jika sebaliknya, tidurnya berat atau tidur dalam arti sebenarnya maka wudhunya batal. Wallahu a’lam. 

wassalamu'alaikum,...

Menurut anda sendiri bagaimana?
silahkan Jawab di kolom Komentar ya, dan bagikan ke yang lain semoga info ini bermanfaat...
Trending Topik: Apakah Benar Tidur Dapat Membatalkan Wudhu ? 4.5 5 ABD ABAS Apakah benar tidur dapat membatalkan wudhu ? Pertanyaan ini menjadi trending topik kita hari ini...


No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.