loading...

WASPADA - VAKSIN PALSU BEREDAR LUAS DI INDONESIA

 

WASPADA - VAKSIN PALSU BEREDAR LUAS DI INDONESIA

Kronologi awal mula vaksin palsu bisa beredar luas 
Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek memaparkan bagaimana para tersangka membuat dan mendistribusikan vaksin palsu. Hal tersebut dia sampaikan dalam rapat dengar pendapat dengan komisi IX DPR. 
Awalnya menurut Nila, ada kecurigaan karena adanya kelangkaan vaksin tertentu di pasar yang bukan merupakan vaksin program pemerintah. Kemudian ditemukan vaksin nonprogram pemerintah dengan harga murah.
WASPADA - VAKSIN PALSU BEREDAR LUAS DI INDONESIA

WASPADA - VAKSIN PALSU BEREDAR LUAS DI INDONESIA

Nila berujar, kemudian ditemukan 3 botol bekas dari Rumah Sakit Hermina di Bekasi, Rumah Sakit Betesda di Jogja, dan Rumah Sakit Harapan Bunda di Jakarta Timur. Dua rumah sakit awal tersebut didistribusikan melalui Sugiyanti sebagai pengumpul botol bekas. 

"Dimulai diketemukan adanya pengumpulan dari botol bekas di 3 rumah sakit. Dikumpulkan saudara S, I dan E. Pengumpul botol bekas ini diberikan ke 4 produsen, kemudian ada yang membuat percetakan," kata Nila dalam RDP dengan komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/7). 

Sedangkan Rumah Sakit di Jakarta Timur diawali oleh Irna dan Enday sebagai pengumpul botol bekas. Di situ pula ada percetakan yang dikelola oleh Sutanto. 

"Vaksin diperoleh dari pemerintah. Sedangkan rumah sakit atau swasta dapat memperoleh dari pemerintah, atau dapat melakukan pengadaan sendiri, membeli dari distributor resmi. Tapi ada vaksin yang berasal dari sumber tidak resmi, bisa asli atau palsu," ujarnya. 

Sedangkan pembuat vaksin palsu ialah Nuriani, Syafrizal, Iin Sulastri, Rita Agustina, Hidayat, dan Agus Priyanto. Kemudian vaksin didistribusikan kepada Ryan pemilik Apotek Cahaya Medika. Ada pula Farid melalui Apotek Ibnu Sina. Lalu Mirza, Pius, Sutarman melalui Apotek Ciledug dan Rawa Bening Jati Negara. Selain itu distributor lain ialah Thamrin melalui toko obat CV Azka Medical. 

Selain Nila, dalam RDP ini hadir juga Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto. Kemudian ada perwakilan BPOM, PT Bio Farma, IDAI, dan Satgas Penanggulangan Vaksin Palsu.

Daftar rumah sakit yang terkait menggunakan vaksin palsu terungkap karena Ada kecurigaan adanya kelangkaan vaksin tertentu di pasar yang bukan merupakan vaksin program pemerintah.
"Pengungkapan 14 fasyankes (fasilitas dan layanan kesehatan) ini sudah disepakati dengan Bareskrim Polri," kata Nila di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/7/2016).

WASPADA - VAKSIN PALSU BEREDAR LUAS DI INDONESIA

Berikut ini 14 rumah sakit yang menerima vaksin palsu:

1. DR Sander, Cikarang
2. Bhakti Husada, Terminal Cikarang
3. Sentral Medika, Jalan Industri Pasir Gombong
4. RSIA Puspa Husada
5. Karya Medika, Tambun
6. Kartika Husada, Jalan MT Haryono Setu, Bekasi
7. Sayang Bunda, Pondok Ungu, Bekasi
8. Multazam, Bekasi
9. Permata, Bekasi
10. RSIA Gizar, Villa Mutiara Cikarang
11. Harapan Bunda, Kramat Jati, Jakarta Timur
12. Elisabeth, Narogong, Bekasi
13. Hosana, Lippo Cikarang
14. Hosana, Bekasi, Jalan Pramuka

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengungkapkan empat belas Rumah Sakit yang membeli vaksin palsu. Tak hanya rumah sakit, ia juga mengungkap delapan bidan yang menggunakan vaksin palsu.

"Baru hari ini kami diizinkan untuk memberitahukan. Apakah tindakannya, nanti akan dibahas," tutur Nila di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/7/2016).

Adapun enam dari delapan bidan tersebut mendapatkan pasokan vaksin dari Juanda, seorang suplier CV Azka Medika. Modus operandi yang digunakan sama, yaitu tersangka menawarkan vaksin dengan cara memberikan pricelist harga.

Adapun delapan nama bidan tersebut adalah:

1. Bidan Lia, Kp Pelaukan Sukatani, Cikarang
2. Bidan Lilik, Perum Graha Melati Tambun
3. Bidan Klinik Tabina, Perum Sularata, Sukatani Cikarang
4. Bidan Iis, Perum Seroja, Bekasi
5. Klinik Dafa Dr Baginda Cikarang
6. Bidan Mega, Puri Cikarang, Makmur Sukaresmi, Cikarang
7. Bidan M Elly Novita, Ciracas, Jakarta Timur
8. Klinik Dr Ade Kurniawan, Rawa Belong, Slipi, Jakarta Barat

Adapun vaksin yang dipalsukan, kata Nila, bukanlah vaksin yang disediakan pemerintah melainkan vaksin pilihan. Sebab, vaksin yang diberikan pemerintah tak dipungut biaya sedangkan vaksin pilihan cenderung berbiaya mahal.

"Untuk informasi, pada 2016 pemerintah menyediakan sembilan jenis vaksin. Dan setiap tahun anggarannya telah dialokasikan," kata Nila.
WASPADA - VAKSIN PALSU BEREDAR LUAS DI INDONESIA 4.5 5 ABD ABAS WASPADA - VAKSIN PALSU BEREDAR LUAS DI INDONESIA Kronologi awal mula vaksin palsu bisa beredar l...


No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.