loading...

CONTOH SKRIPSI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

 

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1.1              Deskripsi Objek Penelitian
1.1.1.      Gambaran Umum Organisasi
1.1.2.      Sejarah Singkat PT. .......
1.1.3.      Visi dan Misi PT

 CONTOH SKRIPSI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1.2              Identitas Responden
Dari kuisioner yang sudah di isi responden, maka di dapat data responden sebagai berikut.

1.2.1        Jenis kelamin
Jenis kelamin secara umum dapat memberikan perbedaan pada perilaku seseorang.

Jenis_kelamin

Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
Laki-laki
35
62,5
62,5
62,5
Perempuan
21
37,5
37,5
100,0
Total
56
100,0
100,0

Tabel 4.1 Jenis Kelamin




Sumber data diolah, 2016


Berdasarkan Tabel 4.1 diketahui bahwa dari 56 responden atau karyawan di Pelabuhan Domestik Telaga Punggur Batam. Terdiri dari laki-laki sebanyak 35 orang (62,5%) dan perempuan sebanyak 21 orang (37,5%).

1.2.2        Umur
Umur berkaitan dengan perilaku seseorang yang di lokasi kerja biasanya adalah gambaran akan pengalaman dan tanggung jawab.
Tabel 4.2 Umur
Umur

Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
17-25
26
46,4
46,4
46,4
26-40
30
53,6
53,6
100,0
Total
56
100,0
100,0

Sumber data diolah, 2016

Berdasarkan Tabel 4.2 umur dari 17-25 sebanyak 26 orang (46,4), dan  20-40 sebanyak 30 orang (53,6%).


1.2.3        Status Perkawinan
Berikut ini Tabel 4.3 status perkawinan responden pada karyawan di Pelabuhan Domestik Telaga Punggur.
  

Tabel 4.3 Status Perkawinan
Status

Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
Belum Menikah
39
69,6
69,6
69,6
Menikah
17
30,4
30,4
100,0
Total
56
100,0
100,0

Sumber data diolah, 2016
Berdasarkan data diatas yang belum menikah sebanyak 39 orang (69,6%) dan belum menikah adalah sebanyak 17 orang (30,4%).

1.2.4        Lama Bekerja
Berikut Tabel 4.4 status lama bekerja di PT. Diesel Energy Batam.
Tabel 4.4 Lama Bekerja
Lama_berkerjja

Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
5 < tahun
26
46,4
46,4
46,4
5 > tahun
30
53,6
53,6
100,0
Total
56
100,0
100,0

Sumber Data Diolah, 2016

Berdasarkan Tabel 4.3 yang lama bekerja 5< sebanyak 26 orang (46.4%), 5> sebanyak 30 orang (53,6%).
  
1.2.5        Uji Validitas dan Reliabilitas
Instrumen adalah alat ukur untuk mengumpulkan data, maka data yang baik adalah instrumen yang sesuai dengan sifat data yang akan dikumpulkan dan dapat menjamin bahwa data yang kita kumpulkan tersebut sahih (valid) dan dapat dipercaya atau reliabel.

1.2.5.1  Analisis Validitas
Hasil validitas program SPSS 21 ditunjukkan dengan tidak  membandingkan r hasil (hitung) dengan nilai 0.05, apabila r hasil < 0.05 maka variabel yang diteliti valid. Hasil analisis validitas yang didistribusikan kepada 56 responden untuk tiap-tiap butir sebagai berikut:



Tabel 4.6
Rangkuman Hasil Validitas Butir (Independen)
Motivasi (X1)

ITEM
r Hitung
KETERANGAN
ITEM 1
0.653(Positif)
Valid
ITEM 2
 0.631(Positif)
Valid
ITEM 3
 0.628(Positif)
Valid
ITEM 4
 0.686(Positif)
Valid
ITEM 5
 0.631(Positif)
Valid
ITEM 6
 0.713(Positif)
Valid
     Sumber data diolah, 2016






Tabel 4.7
Rangkuman Hasil Validitas Butir (Independen)
Kompensasi (X2)
ITEM
r Hitung
KETERANGAN
ITEM 1
0.326(Positif)
Valid
ITEM 2
0.809(Positif)
Valid
ITEM 3
0.809(Positif)
Valid
ITEM 4
0.326(Positif)
Valid
ITEM 5
0.679(Positif)
Valid
ITEM 6
0.809(Positif)
Valid
ITEM7
0.743(Positif)
Valid
ITEM8
0.849(Positif)
Valid
ITEM9
0.554(Positif)
Valid
ITEM10
0.529(Positif)
Valid
     Sumber data diolah,2016




Tabel 4.8
Rangkuman Hasil Validitas Butir (Independen)
Konflik (X3)
ITEM
r Hitung
KETERANGAN
ITEM 1
 0.817(Positif)
Valid
ITEM 2
0.413(Positif)
Valid
ITEM 3
 0.206(Positif)
Valid
ITEM 4
 0.457(Positif)
Valid
ITEM 5
 0.376(Positif)
Valid
ITEM 6
0.835(Positif)
Valid
ITEM7
0.847(Positif)
Valid
ITEM8
0.818(Positif)
Valid
ITEM9
0.847(Positif)
Valid
ITEM10
0.818 (Positif)
Valid
     Sumber data diolah,2016









Tabel 4.9
Rangkuman Hasil Validitas Butir (Independen)
Kinerja (Y)
ITEM
r Hitung
KETERANGAN
ITEM 1
0.414(Positif)
Valid
ITEM 2
 0.742(Positif)
Valid
ITEM 3
 0.534(Positif)
Valid
ITEM 4
0.733(Positif)
Valid
ITEM 5
0.578(Positif)
Valid
ITEM 6
0.801(Positif)
Valid
ITEM7
0.426(Positif)
Valid
ITEM8
0.671(Positif)
Valid
ITEM9
0.578(Positif)
Valid
ITEM10
0.801(Positif)
Valid
ITEM11
0.425(Positif)
Valid
ITEM12
0.671(Positif)
Valid
     Sumber data diolah, 2016

1.2.5.2  Analisis Realiabilitas
Uji reliabilitas digunakan menguji sejauh mana keandalan suatu alat pengukur untuk dapat digunakan lagi untuk penelitian yang sama. Penguji realiabilitas dalam penelitian ini adala dengan menggunakan rumus Alpha pada program SPSS 21 ditunjukkan oleh besarnya nilai alpha (a). Hasil pengujian reliabilitas untuk masing-masing variabel dalam penelitian ini yang dilihat pada Tabel 4.10 sebagai berikut.
Tabel 4.10
Hasil Pengujian Reliabilitas X1

Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
N of Items
,723
6

Tabel 4.11
Hasil Pengujian Reliabilitas X2

Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
N of Items
,816
10


Tabel 4.11
Hasil Pengujian Reliabilitas X3

Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
N of Items
,833
10


Tabel 4.12
Hasil Pengujian Reliabilitas Y

Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
N of Items
,855
12

    Sumber: Data primer yang diolah

Hasil uji reliabilitas tersebut menunjukkan semua variabel mempunyai koefisien Alpha yang cukup besar yaitu diatas 0,632 sehingga dapat dikatakan semua konsep pengukur masing-masing variabel dari kuisioner adalah reliabilitas sehingga untuk selanjutnya item-item pada masing-masing konsep variabel tersebut layak digunakan sebagai alat ukur
1.3              Uji Asumsi Klasik
1.3.1        Uji Multikolinieritas
Multikolinieritas digunakan untuk menguji apakah pada model regresi ditentukan adanya korelasi yang kuat antara variabel independen. Dengan menarik kesimpulan melihat nilai faktor inflasi varian (Variance Inflasi Factor/VIF), tidak melebihi 5.
Pengujian multikolinieritas bertujuan untuk mengetahui hubungan yang sempurna antar variabel bebas dalam model regresi. Gejala multikolinieritas dapat dilihat dari nilai tolerance dan nilai Varian Inflation Factor (VIF). Bila nilai VIF lebih kecil dari 10 dan nilai toleransinya diatas 0,1 atau 10 % maka dapat disimpulkan bahwa model regresi tersebut tidak terjadi multikolinieritas.
Tabel 4.14
Uji Multikolinieritas
Coefficientsa
Model
Correlations
Collinearity Statistics
Zero-order
Partial
Part
Tolerance
VIF
1
Motivasi
-,016
-,022
-,020
1,000
1,000
Kompensasi
-,132
-,303
-,293
,757
1,321
Konflik
,249
,364
,361
,757
1,321
a. Dependent Variable: Kinerja
Sumber: Lampiran output SPSS, 2016
Ketiga variabel independen yakni motivasi, kompensasi dan konflik memiliki nilai Variance Inflaction Factor (VIF) dalam batas toleransi yang telah ditentukan, sehingga tidak terjadi multikolinearitas variabel independen penelitian, dengan demikian maka dapat disimpulkan regresi sah untuk digunakan.
1.3.1   Uji Heterokedastisitas
Uji ini untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dan residual, dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika varians berbeda, disebut heterokedastisitas. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heterokedastisitas. Untuk mendeteksi ada tidaknya heterokedastisitas dapat digunakan metode grafik Scatterplot yang dihasilkan dari output program SPSS versi 21, Apabila pada gambar menunjukan bahwa titk-titik menyebar secara acak serta tersebar baik di atas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka hal ini dapat disimpulkan tidak terjadi adanya heterokedastisitas pada model regresi.

Gambar 4.1
Hasil Pengujian Heterokedastisitas
Sumber: Lampiran output SPSS, 2016

Dari Gambar 4.1 tersebut terlihat titik-titik yang menyebar secara acak, tidak membentuk suatu pola tertentu yang jelas, serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 (nol) pada sumbu Y, hal ini berarti tidak terjadi penyimpangan asumsi klasik heterokedastisitas pada model regresi yang dibuat, dengan kata lain menerima hipotesis homoskedastisitas.

1.3.2        Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel bebas dan variabel terikat, keduanya terdistribusikan secara normal atau tidak. Normalitas data dalam penelitian ini dilihat dengan cara memperhatikan titik-titik pada Normal P-Plot of Regression Standardized Residual dari variabel terikat. Persyaratan dari uji normalitas adalah jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan atau tidak mengikuti garis diagonal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.


Gambar 4.1
Hasil Pengujian Normalitas
Sumber data diolah SPSS, 2016


1.4.4        Analisis Persamaan Regresi Linear Berganda
Analisis regresi berganda digunakan untuk mengukur pengaruh antara motivasi (X1), kompensasi (X2), dan konflik (X3) terhadap keputusan pembelian (Y). Dengan menggunakan bantuan program SPSS 21, maka diperoleh nilai-nilai untuk regresi berganda sebagai berikut.
   
Tabel 4.15
Perhitungan Hasil Uji Regresi Berganda

Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
95,0% Confidence
 Interval for B

B
Std. Error
Beta
Lower Bound
Upper Bound

1
(Constant)
49,498
11,363

26,696
72,300

Motivasi
-,041
,262
-,020
-,567
,484

Kompensasi
-,497
,217
-,337
-,933
-,062

Konflik
,541
,192
,415
,156
,925

a. Dependent Variable: Kinerja

Sumber: Data primer diolah, 2016
Y =  49,498 - 0,041 X1 - 0.497 X2 + 0.541 X3 + e
            Berdasarkan Tabel 4.15 dapat disusun persamaan regresi berganda sebagai berikut:

Keterangan :
Y         = Kinerja
X1       =  Motivasi
X2       = Kompensasi
X3       = Konflik
e          = Variabel Pengganggu
menunjukan bahwa adanya pengaruh antara motivasi, kompensasi dan konflik terhadap keputusan pembelian Pelabuhan Telaga Punggur Batam. Dari persamaan berikut dapat dijelaskan bahwa:

a.              Variabel Motivasi, kompensasi dan konflik mempunyai arah koefisien yang bertanda positif terhadap kinerja karyawan.
b.             Koefisien Motivasi memberikan nilai sebesar 0.041 yang berarti bahwa jika motivasi semakin tinggi  dengan asumsi variabel lain tetap maka kinerja akan mengalami peningkatan.
c.              Koefisien kompensasi memberikan nilai sebesar 0.497 yang berarti bahwa jika kompensasi meningkat dengan asumsi variabel lain tetap maka kinerja akan mengalami peningkatan.
d.             Koefisien konflik memberikan nilai 0.541 yang berarti bahwa jika konflik semakin kecil, maka dengan asumsi variabel lain kinerja akan makin meningkat.

1.5              Pengujian Hipotesis
1.5.1        Uji t (Uji Hipotesis Secara Parsial)
Uji Hipotesis parsial (Uji t) ini digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh kompetensi dan kompensasi terhadap kinerja pegawai secara individual, dan hasil-hasil pengujian parsial.
Hipotesis 1,2 dan 3 dalam penelitian ini diuji kebenarannya dengan menggunakan uji parsial. Pengujian dilakukan dengan melihat taraf signifikansi (pvalue), jika taraf signifikansi yang dihasilkan dari perhitungan dibawah 0,05 maka hipotesis diterima, sebaiknya jika taraf signifikansi hasil hitung lebih besar dari 0,05 maka hipotesis ditolak.
Tabel 4.16
Hasil Uji t Parsial
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t
Sig.
B
Std. Error
Beta
1
(Constant)
49,498
11,363

4,356
,000
Motivasi
-,041
,262
-,020
-,158
,875
Kompensasi
-,497
,217
-,337
-2,292
,026
Konflik
,541
,192
,415
2,822
,007
a. Dependent Variable: Kinerja
Sumber data SPSS, 2016

1.             Hipotesis 1 (H1)
Perumusan hipotesis:
Ha : Jika sig < 0,05 maka hipotesis Ha diterima, berarti variabel motivasi secara parsial  signifikan terhadap variabel kinerja karyawan.
Ho : Jika sig > 0,05 maka hipotesis ditolak, berarti variabel motivasi secara parsial tidak signifikan mempengaruhi variabel kinerja karyawan.
Dari  Tabel 4.16 terlihat bahwa hasil pengujian hipotesis motivasi menunjukkan nilai t hitung sebesar 0.158 dengan taraf signifikansi hasil sebesar 0,875 tersebut lebih besar dari 0,05, yang berarti bahwa hipotesis dalam penelitian ini motivasi tidak berdeterminasi signifikan terhadap kinerja, dimana ini terbukti bahwa pada level signifikan a. (0.05), dengan demikian Ho diterima dan Ha ditolak. Jadi kesimpulanya motivasi tidak berdetermnasi signifikan terhadap kinerja.

2.                  Hipotesis 2 (H2)
Perumusan hipotesis:
Ha : Jika sig < 0,05 maka hipotesis diterima, berarti variabel kompensasi  secara parsial signifikan mempengaruhi variabel kinerja.
Ho : Jika sig > 0,05 maka hipotesis ditolak, berarti variabel  kompensasi secara parsial tidak signifikan mempengaruhi variabel kinerja.
         
Dari tabel 4.16 terlihat bahwa hasil pengujian hipotesis kompensasi menunjukkan nilai t hitung sebesar 2.292 dengan taraf signifikansi 0.001. Taraf signifikansi hasil sebesar 0.026 tersebut lebih kecil dari 0.05, yang berarti bahwa hipotesis dalam penelitian ini kompensasi berdeterminasi signifikan terhadap kinerja, dimana ini terbukti bahwa pada level signifikan a (0.05), dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi kesimpulannya kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, sehingga hipotesis H2 “kompensasi berdeterminasi signifikan terhadap kinerja karyawan,”, diterima.

3.             Uji Hipotesis 3 (H3)
Perumusan hipotesis:
Ha : Jika sig < 0,05 maka hipotesis Ha diterima, berarti variabel konflik secara parsial  signifikan mempengaruhi variabel kinerja
Ho : Jika sig > 0,05 maka hipotesis Ho ditolak, berarti variabel konflik secara parsial tidak signifikan mempengaruhi variabel kinerja 

Dari Tabel 4.16 terlihat bahwa hasil pengujian hipotesis konflik  menunjukkan hasil sebesar 2.822 dengan taraf signifikan 0.007. Taraf signifikansi hasil sebesar 0.007 tersebut lebih besar dari 0,05, yang berarti bahwa hipotesis dalam penelitian ini, konflik berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, dimana ini terbukti bahwa pada level signifikan a (0.05), dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi kesimpulannya konflik berpengaruh signifikan terhadap kinerja , sehingga hipotesis H3 “ konflik  berpengaruh signifikan terhadap kinerja” (diterima).


1.5.2        Uji F (Pengujian hipotesis secara simultan)
Untuk menguji pengaruh variabel bebas secara bersama-sama diuji dengan menggunakan uji F. Hasil perhitungan regresi secara simultan diperoleh sebagai berikut.
Tabel 4.17
Hasil Analisis Regresi Secara Simultan
ANOVAa
Model
Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
1
Regression
257,340
3
85,780
3,018
,038b
Residual
1477,785
52
28,419


Total
1735,125
55



a. Dependent Variable: Kinerja
b. Predictors: (Constant), Konflik, Motivasi, Kompensasi
Sumber: Lampiran output SPSS, 2016

            Hasil pengujian F statistik menunjukkan nilai sebesar 3.018 dengan signifikan sebesar 0.038. Nilai signifikan F tersebut lebih kecil dari 0.05, dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti bahwa pengujian simultan tersebut menunjukkan bahwa motivasi, kompensasi dan konflik secara bersama-sama memiliki determinasi yang signifikan terhadap kinerja.

1.5.3        Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi merupakan besaran yang menunjukkan besarnya variasi variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independennya. Dengan kata lain, koefisien deteminasi ini digunakan untuk mengukur seberapa jauh variabel-variabel bebas dalam menerangkan variabel-variabel terikatnya. Nilai koefisien determinasi ditentukan dengan nilai R square sebagaimana dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4.18
Perhitungan Hasil Uji Koefisien Determinan

Model Summaryb
Model
R
R
 Square
Adjusted
R
 Square
Std. Error
of the
Estimate
Change Statistics


Durbin-Watson
R Square
Change
F
Change
df1
df2
Sig.
F
 Change
1
,385a
,148
,099
5,331
,148
3,018
3
52
,038
2,640
a. Predictors: (Constant), Konflik, Motivasi, Kompensasi
b. Dependent Variable: Kinerja


            Hasil perhitungan regresi dapat diketahui bahwa koefisien determinasinya (R2) yang diperoleh sebesar 0.148. Hal ini berarti 14,8% variasi variabel kinerja dapat dijelaskan oleh variabel motivasi, kompensasi dan konflik sedangkan sisanya sebesar 85.2% diterangkan oleh variabel lain yang tidak diajukan dalam penelitian.

1.6              PEMBAHASAN
4.6.1 Hasil Analisis data
Berdasarkan tabel 4.1 diketahui bahwa dari 56 responden atau karyawan di Pelabuhan Domestik Telaga Punggur Batam. Terdiri dari laki-laki sebanyak 35 orang (62,5%) dan perempuan sebanyak 21 orang (37,5%), umur dari 17-25 sebanyak 26 orang (46,4), dan  20-40 sebanyak 30 orang (53,6%), belum menikah sebanyak 39 orang (69,6%) dan belum menikah adalah sebanyak 17 orang (30,4%). lama bekerja 5< sebanyak 26 orang (46.4%), 5> sebanyak 30 orang (53,6%).

4.6.2 Hasil Analisis Hipotesis Motivasi

Hasil pengujian hipotesis motivasi menunjukkan nilai t hitung sebesar 0.158 dengan taraf signifikan .0.613. Taraf signifikansi hasil sebesar 0,875 tersebut lebih besar dari 0,05, yang berarti bahwa hipotesis dalam penelitian ini motivasi tidak berdeterminasi signifikan terhadap kepuasan konsumen, dimana ini terbukti bahwa pada level signifikan a. (0.05), dengan demikian Ho diterima dan Ha ditolak. Jadi kesimpulanya motivasi tidak berdetermnasi signifikan terhadap kinerja.


1.3.3        Hasil Analisis Kompensasi
Hasil hasil pengujian hipotesis kompensasi menunjukkan nilai t hitung sebesar 2.292 dengan taraf signifikansi 0.001. Taraf signifikansi hasil sebesar 0.026 tersebut lebih kecil dari 0.05, yang berarti bahwa hipotesis dalam penelitian ini kompensasi berdeterminasi signifikan terhadap kinerja, dimana ini terbukti bahwa pada level signifikan a (0.05), dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi kesimpulannya kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, sehingga hipotesis H2 “kompensasi berdeterminasi signifikan terhadap kinerja karyawan,”, diterima.

4.4.4 Hasil Analisis Konflik

Hasil hasil pengujian hipotesis konflik  menunjukkan hasil sebesar 2.822 dengan taraf signifikan 0.007. Taraf signifikansi hasil sebesar 0.007 tersebut lebih besar dari 0,05, yang berarti bahwa hipotesis dalam penelitian ini, konflik berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, dimana ini terbukti bahwa pada level signifikan a (0.05), dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi kesimpulannya konflik berpengaruh signifikan terhadap kinerja , sehingga hipotesis H3 “ konflik  berpengaruh signifikan terhadap kinerja” (diterima).
CONTOH SKRIPSI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.5 5 ABD ABAS BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1               Deskripsi Objek Penelitian 1.1.1.       Gambaran Umum Organisasi 1.1.2....


No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.