loading...

KRONOLIGI PERAMPOKAN DAN PENYANDRAAN DI PONDOK INDAH

 

KRONOLIGI PERAMPOKAN DAN PENYANDRAAN DI PONDOK INDAH

Jakarta Kasus perampokan sekaligus penyanderaan terjadi di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Berdasarkan laporan Liputan6.com, hingga kini empat penghuni rumah yang beralamat di Jalan Bukit Hijau VII no. 17 Pondok Indah, Jakarta Selatan tersebut masih jadi sandera.

Aksi ini diduga dilakukan dua orang yang mengenakan topeng dan bersenjata. Berdasarkan keterangan tetangga korban yang dimuat salah satu media online, Yogi, perampokan telah terjadi sejak pukul 5.30 WIB.

Yogi menjelaskan, ia sempat keluar setelah dua orang perempuan berteriak minta tolong. Ia pun berlari ke depan rumah korban dan sempat mendengar satu kali letusan senjata api.

Hingga kini, polisi telah melakukan sterilisasi di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi dari Polres Jakarta Selatan, Polda Metro Jaya dan Brimob, sebagaimana diwartakan salah satu stasiun televisi nasional, telah mengepung dan tengah memberi ultimatum agar pelaku menyerahkan diri.

Polisi berhasil membekuk pelaku perampokan di rumah mewah Jl Bukit Hijau Nomor 17, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Ada dua orang perampok yang beraksi dan menyandera pemilik rumah.

KRONOLIGI PERAMPOKAN DAN PENYANDRAAN DI PONDOK INDAH
KRONOLIGI PERAMPOKAN DAN PENYANDRAAN DI PONDOK INDAH

Pelaku perampokan digiring keluar oleh polisi pada pukul 14.30 WIB, Sabtu (3/9/2016). Polisi sebelumnya melakukan penyergapan pada pukul 14.00 WIB. 

Sekitar 15 menit kemudian, polisi langsung berhasil membebaskan sandera. Dari jarak 50 meter, tampak dua orang wanita dan satu anak yang dibebaskan. 

Belum ada keterangan resmi soal pemilik rumah yang jadi korban. Sementara Kapolres Jakarta Selatan Kombes Tubagus Hidayat mengatakan, pelaku perampokan dibawa ke Mapolda Metro Jaya.

Pelaku pencurian bersenjata api ternyata juga sempat meminta dibuatkan mi instan saat berada di rumah targetnya, Asep Sulaeman di Pondok Indah, Jaksel. Kedua pelaku berinisial AJ dan S

Permintaan ini disampaikan pelaku setelah 'berdamai' dengan pemilik rumah, Asep yang juga mantan senior Vice President ExxonMobil. 

"Karena tadi ada perdamaian, di antara mereka (pelaku dan pemilik rumah), pembantu suruh buat mi, makan mi karena mereka kelaparan. (Setelah itu) pembantunya langsung keluar dan menginformasikan ke kepolisian," terang Kapolda Metro Jaya Irjen Moechgiyarto kepada wartawan di depan rumah korban, Jl Bukit Hijau IX Nomor 17, Pondok Indah, Jaksel, Sabtu (3/9/2016).

Menurut Moechgiyarto, pelaku mulanya membuntuti pembantu Asep pada sekitar pukul 06.00 WIB. Pembantu tersebut ditodong dengan senpi Walther kaliber 32 dan diminta menunjukkan ruang tidur majikannya.

Puluhan polisi mengepung rumah elite di Jl Bukit Hijau IX, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (3/9/2016). Foto: Agung Pambudhy-detikcom

Asep yang curiga dengan gedoran pintu pembantunya, memilih tetap mengunci pintu. Dia curiga karena pembantunya menangis saat menggedor kamar. 

"Setelahnya pelaku merusak jendela, pemilik rumah pun sempat memukul pelaku dengan tangga. Lalu sempat terjadi permintaan dompet, dan lain-lain. Dugaan sementara tindakan pencurian dengan kekerasan, dan penggunaan senpi tanpa izin," sambung Moechgiyarto. 

Namun pelaku panik karena polisi melakukan pengepungan setelah mendapat informasi awal mengenai dugaan perampokan. Pelaku lantas berupaya membuat kesepakatan dengan pemilik rumah

"Jam 09.00 WIB kurang lebih sudah dikepung, sudah disampaikan peringatan. Tersangka sempat menangis di hadapan pemilik rumah, mereka buat skenario (yang seolah-olah menyatakan, red) mereka berkeluarga, hubungan persaudaraan. Ada pernyataan ditandantangani karena mungkin panik karena kita mengepung," imbuhnya.

Setelah berjam-jam dikepung dan diberikan peringatan agar pelaku menyerahkan diri, polisi memutuskan melakukan penyergapan pada sekitar pukul 14.00 WIB. 

Polisi naik ke rumah korban pencurian dari berbagai sisi hingga akhirnya membekuk pelaku dan membebaskan keluarga pemilik rumah pada sekitar pukul 14.15 WIB.

Ditegaskan Moechgiyarto tidak ada tembak-menembak saat penyergapan. Dia juga membantah adanya suara letusan senjata api pada saat pagi hari sebagaimana keterangan saksi mata. 

"Tiak ada suara tembakan, itu hanya bunyi pintu jendela yang dirusak pihak sana," ujaryna.

Saat ini kedua pelaku, AJ dan S dibawa ke Mapolda Metro Jaya. Sedangkan keluarga korban pencurian dibawa ke rumah sakit karena shock dengan peristiwa yang dialami. 

Pihak kepolisian langsung meminta keterangan Asep Sulaeman perihal kasus pencurian dengan kekerasan tersebut. Namun di mana Asep diperiksa polisi tidak mau memberitahukan.

"Asep Sulaeman sedang dimintai keterangan di suatu tempat," ujar Kapolres Jaksel Kombes Tubagus Ade Hidayat, ketika dihubungi, Sabtu (3/9/2016).

Menurut Tubagus, Asep yang merupakan mantan Senior Vice President ExxonMobil Affiliates di Indonesia tidak dimintai keterangan di Polda Metro Jaya. Sedangkan istri Asep dan anaknya yang berumur 20 tahun dibawa ke RS Pondok Indah untuk diberi perawatan.

"Pelaku saja yang kita mintai keterangan di Polda," kata Tubagus. 

Kapolda Metro Jaya Irjen Moecghiyarto menyebut kejadian di rumah Asep merupakan pencurian dengan kekerasan. Pelaku membawa senjata api dalam aksinya. 

Tidak ada tembakan atau kekerasan dalam aksi kriminal di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Bahkan sempat terjadi negosiasi antara pelaku dan korban. Pelaku dan korban saling kenal?

"Menurut pengakuan, mereka tidak saling kenal," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Moechgiyarto di lokasi kejadian, Jl Bukit Hijau IX No 17 Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (3/9/2016).

Moechgiyarto menjelaskan berdasarkan pemeriksaan sementara, pelaku berinisial AJ dan S. Keduanya berasal dari Solo. Saat rumah dikepung, mereka menangis dan bernegosiasi dengan korban. Masih didalami keterkaitan pelaku dengan korban.

"Tidak ada (tembakan dan kekerasan ke korban). Mungkin saksi mendengar pintu atau jendela didobrak seperti bunyi tembakan," kata Moechgiyarto meluruskan informasi yang beredar bahwa ada penembakan dalam aksi tersebut.

Polisi masih mendalami peristiwa ini. Terutama soal motif sesungguhnya pelaku beraksi sehingga membuat kehebohan luar biasa di kawasan perumahan mewah di Jaksel tersebut.

Korban diketahui bernama Asep Suleman. Dia pensiunan Exxonmobil dengan jabatan terakhir sebagai Senior Vice President Exxonmobil di Indonesia. 

Asep Sulaeman beserta istri dan anaknya telah berhasil dibebaskan dari sandera dua orang pelaku. Istri dan anak Asep dibawa ke RS.

"Ibu dan anak kita bawa ke RS. Ibu dan anak shock," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Moeghiyarto saat meninjau rumah di Jalan Bukit Hijau IX nomor 17, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (3/9/2016).

Menurut Moeghiyarto, dua pelaku membawa senjata api berjumlah 1 unit. Pemilik rumah membela dirinya dengan memukul paha pelaku.

Saat ini penyanderaan telah berakhir. Pelaku berinisial AJ dan S itu dibawa ke Polda Metro jaya. 

Aksi kriminal di Pondok Indah, Jakarta Selatan, berakhir. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto menyebut tidak ada tembakan dan kekerasan dalam kejadian itu. 

"Tidak ada (tembakan dan kekerasan). Mungkin saksi mendengar pintu atau jendela didobrak seperti tembakan," kata Moechgiyarto di lokasi kejadian, Jl Bukit Hijau IX, No 17, Pondok Indah, Sabtu (3/9/2016).

Meochgiyarto menjelaskan, 2 pelaku datang ke rumah korban Asep Sulaeman dan menodongkan senpi ke pembantu. Mereka ingin dipertemukan dengan pemilik rumah. Saat itu, pemilik rumah mengintip dari kamar dan tidak mau keluar.

"Pelaku minta dompet, HP, dan barang korban. Dugaan sementara, ini pencurian dengan kekerasan," kata mantan Kapolda Jabar ini.

"Ada tindakan pemerasan," tambahnya.

Saat ini, 2 pelaku sudah berada di Mapolda Metro Jaya. Polisi masih mendalami motif aksi kriminal tersebut. 

Kapolda Metro Jaya Irjen Moechgiyarto, menyebut dua orang pelaku yang sempat disebut penyandera saat beraksi di rumah milik Asep Sulaeman di Jl Bukit Hijau IX nomor 17, Pondok Indah, Jaksel, berinisial AJ dan S. Keduanya akan dijerat dengan pasal tindak pidana pencurian dengan kekerasan. 

"(Inisial) AJ dan S, pengakuan sementara mereka berasal dari Solo tapi kita dalami lagi," ujar Moechgiyarto kepada wartawan di lokasi kejadian, Sabtu (3/9/2016).

Upaya pencurian dilakukan AJ dan S yang mulanya menguntit pembantu yang kembali ke rumah majikan. Kedua pelaku langsung meminta pembantu menunjukkan kamar tidur majikannya. 

"Ada 2 orang yang diduga pelaku membuntuti pembantu masuk ke dalam rumah, sehingga masuk rumah ini. Pmbantu sempat ditodong oleh 2 orang pelaku," sambungnya.

Pembantu tersebut menggedor kamar majikan. Namun pemilik rumah Asep Sulaeman, yang juga mantan pejabat ExxonMobil curiga karena pembantunya menangis saat menghampiri kamarnya. 

"Karena curiga pembantu nangis, pemilik rumah ngintip. Kemudian tidak lama kemudian pelaku merusak jendela. Pemilik rumah pun sempat memukul pelaku dengan tangga. Lalu sempat terjadi permintaan dompet, dan lain-lain," ujar Moechgiyarto. 

Kedua pelaku juga meminta pemilik rumah menyerahkan sejumlah barang berharga. Namun permintaan ini tidak dipenuhi hingga akhirnya polisi melakukan penyergapan dan membebaskan sandera pada pukul 14.15 WIB

"Sempat terjadi permintaan dompet, dan lain-lain. Dugaan sementara tindakan pencurian dengan kekerasan, dan penggunaan senjata api tanpa izin," ujar Moechgiyarto.


KRONOLIGI PERAMPOKAN DAN PENYANDRAAN DI PONDOK INDAH 4.5 5 ABD ABAS KRONOLIGI PERAMPOKAN DAN PENYANDRAAN DI PONDOK INDAH Jakarta Kasus perampokan sekaligus penyande...


No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.